Ustadz Dwi Agus Wahyudi, S.E. saat mengisi kajian hapus riba di Bojonegoro (7/12)

Fokus 2 Amalan Pokok, Kunci Penting Lunas Hutang Riba

BOJONEGORO—Jeratan hutang dan riba yang dianggap mustahil selesai, berhasil dituntaskan para jamaah Paguyuban Hapus Riba (PHR) dengan fokus dua amalan pokok. Amalan-amalan ini, fondasi utama mereka dalam membuka pintu pertolongan Allah SWT, agar segera lunas hutang.

Fakta ini diungkap oleh Ustadz Dwi Agus Wahyudi, S.E., pendiri PHR, dalam Kajian Hapus Riba di Bojonegoro pada Ahad, 7 Desember 2025. Bertempat di Warung Sego Padang (Sepad) 88, Kecamatan Trucuk, Bojonegoro.

Dalam kajian bertema “Menggapai Pertolongan Allah agar Lunas Hutang dan Bebas Riba” yang diadakan ketiga kalinya di Bojonegoro ini, beliau menjelaskan ada dua amalan pokok: shalat lima waktu berjamaah dan sedekah minimal 2,5% (hingga maksimal 10%) setiap kali mendapatkan rezeki.

Ustadz Dwi menekankan pentingnya dua amalan pondasi tersebut. Kalau amalan pondasi ini berantakan, amalan berikutnya bisa menjadi tidak efektif. “Jenengan ngamalke ijazah dari Youtube dari mana pun, dari Kiai, dari Habib, tapi kalau pondasinya hancur Jenengan amalkan coba, ora dadi,” tegas Ustadz Dwi. (Arti: Anda mengamalkan ijazah dari Youtube dari mana pun, dari Kiai, dari Habib, tapi kalau pondasinya hancur Anda coba amalkan, tidak akan jadi).

Menurut beliau, kedua amalan pokok ini tidak punya pengganti, berbeda dengan amalan lain seperti haji atau umroh yang bisa disamai pahalanya dengan shalat dua rakaat di waktu syuruq atau setelah terbit matahari.

Selain dua amalan pokok, ada amalan tambahan yang bisa dikerjakan agar do’a menjadi makbul. Amalan tambahan ini salah satunya tirakat dari jam 12 malam hingga Subuh, tanpa tidur. “Moco Fatehah terus monggo, moco ayat kursi terus monggo, sholat tasbih, sholat tahajud, sholat hajat, sholat witir monggo. Pengen sholawatan terus monggo, terserah jenengan, yang penting jam 12 tekane subuh ojo turu. (Artinya: “Baca Al-Fatihah terus silahkan, baca Ayat Kursi silahkan, sholat tasbih, sholat tahajud, sholat hajat, sholat witir silahkan. Mau bersholawat terus silahkan, terserah Anda, yang penting dari jam 12 malam sampai subuh jangan tidur.” terang Ustadz Dwi.

Beliau menyampaikan, hal ini sudah dipraktikkan oleh banyak jamaah. Meskipun tidak semuanya lunas, tetapi banyak yang sudah lunas dengan cara tersebut. Karena tidak semua tirakatan itu Allah terima.

Salah satunya adalah Alfin Nur Afifah, 38 tahun. Hutangnya lunas di BNI, bisa beli rumah baru cash dan sekarang punya bisnis es teler yang viral di Bojonegoro.

Terakhir, beliau mempersilahkan para jamaah untuk mengamalkan dua amalan pokok dan tambahan tersebut, agar setelah ini tidak ada lagi yang bergantung ke bank, tapi bergantung kepada Allah. “Gunakan amalan yang kami beritahukan, coba dilakoni mugo-mugo ora butuh bank maleh. (Coba dilakukan, semoga tidak butuh bank lagi).” pungkas beliau.

Penulis: Iqbal Fathony Editor: Deby Lelyana

Simak rekaman kajiannya berikut ini: