Who Am I?
“Who Am I ?” kalau dibahasa Indonesiakan, “Siapa saya?” dan untuk apa manusia ada?
Jika kita melihat apa yang dibuat manusia pasti ada tujuan pembuatannya, tentunya manusia membuat sebuah alat untuk memudahkan pekerjaan manusia.
Semisal manusia membuat sepeda untuk transportasi agar tidak berjalan lagi, tidak capek dan bisa lebih cepat. Sepeda kemudian dikembangan menjadi motor, mobil, lalu ada kereta api, pesawat terbang sehingga pergerakannya lebih mudah. Lalu untuk apa manusia diciptakan?
Kalau merujuk kembali, apapun yang diciptakan manusia selalu dibuat buku panduannya. Manusia membuat handphone ada buku panduannya, manusia buat motor dan mobil ada buku panduannya, begitu juga manusia diciptakan ada panduannya yaitu Al Quran dan Al Hadist. Rasulullah SAW bersabda:
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم:
{إنى قد تركت فيكم ما إن اعتصمتم به فلن تضلوا أبدا كتاب الله وسنة نبيه}
“Sesungguhnya aku telah meninggalkan di tengah-tengah kalian, yang jika kalian berpegang teguh kepadanya kalian tidak akan tersesat selama-lamanya: Kitab Allah (al Qur’an) dan Sunnah Nabi-Nya (al Hadits).” (HR. Al Hakim)
Kalau merujuk dari Al Quran sebagai buku panduan manusia dan sekaligus sebagai kitab suci, di dalam Surah Adz-Dzaariyat. Ayat 56 dijelaskan:
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْ
“Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku.”
Inilah tujuan utama manusia diciptakan, yaitu Sang Pencipta ingin kita beribadah pada-Nya, sujud untuk-Nya. Jika kita sebagai manusia selalu ibadah untuk Sang Pencipta, maka Dia akan mencintai ciptaan-Nya, merawatnya, menyiapkan segala keperluan Manusia. Manusia butuh oksigen, Dia ciptakan dan kita bisa menghirupnya secara gratis.
Manusia butuh makanan, Dia tumbuhkan buah-buahan dan sayur-sayuran yang bisa dimakan, Dia siapkan hewan dan ikan di laut yang bisa kita nikmati, sehingga kita bisa lebih kuat dan sehat.
Sang Pencipta juga akan melindungi ciptaan-Nya, maka kita dibekali otak yang cerdas, otak yang bisa berfikir, bisa memilih mana yang baik maupun yang buruk. Sang Pencipta juga membekali kita dengan alat indera yang membuat manusia bisa melihat, merasakan, dan mendengarkan. Dengan alat indera yang kita miliki ini kita bisa mengantisipasi jika tubuh kita mengalami bahaya.
Sang Pencipta, tentunya juga akan menguji ciptaan-Nya karena dengan mengujinya Dia akan tahu apa yang sudah diciptakan-Nya ini gagal apa berhasil, jika gagal maka Sang Pencipta akan menghancurkannya dan jika berhasil maka Dia akan merawatnya dan memberikan yang terbaik untuk ciptaan-Nya.
Teman-teman semuanya, jika kita sudah mengetahui siapa kita dan apa tujuan kita dihidupkan ini, tentu kita harus berada di jalan yang benar, jalan yang sudah di gariskan oleh-Nya. Jadikan semua perbuatan kita bernilai ibadah. Mau makan karena Allah itu bernilai ibadah, mau mencari Ilmu karena Allah itu akan bernilai ibadah, mau bekerja karena Allah maka itu akan bernilai ibadah, jika semua dikarenakan Allah maka hidup kita akan sesuai dengan Visi Misi kita diciptakan.
Jika kita sudah mengetahui tujuan kita diciptakan, maka buatlah hidup ini menjadi bermakna, hidup akan terasa santuy, langkah-langkah yang kita lakukan akan selalu dilindungi oleh Sang Pencipta, apa yang kita inginkan akan berlandas dengan petunjuk-Nya di dalam Al Quran dan Hadits Rasulullah Shalllallahu ‘Alaihi Wasallam. Allahu a’lam Bisshawab. [IJ]
Penulis: Ihwan Jel (Ketua PHR Gresik) Editor: Iqbal F.
Tulisan ini juga dimuat di: Buletin PHR Gresik edisi 1 – Maret 2025
